Cara Meraih Skor Kecepatan > 90 dan Melejitkan Waktu Muat Website < 2 Detik

Content Delivery Network (CDN)


Caching di sisi browser saja sudah bisa meningkatkan banyak performa website. Namun ini saja tidak cukup, Anda bisa menambah kecepatan website sampai dua kali lebih cepat dengan menggunakan Content Delivery Network (CDN)

CDN meningkatkan waktu muat website Anda secara drastis dengan cara mendistribusikan konten statis ke berbagai server yang tergabung dalam jaringannya. Ketika seorang pengunjung meminta suatu halaman, file-file statis (seperti, JavaScript, CSS, gambar, web-font dan obyek web lainnya) akan diambil dari server CDN yang terdekat lokasinya sehingga website akan tampil jauh lebih cepat dibandingkan tanpa menggunakan CDN.

Menurut CloudFlare, suatu website yang menggunakan CDN rata-rata akan mengalami :

  • Peningkatan kecepatan dua kali lebih baik
  • Menggunakan 60% bandwidth lebih sedikit
  • Menjadikan HTTP Request 65% lebih sedikit
  • Keamanannya lebih meningkat, dan
  • Peningkatan peringkat di mesin pencari (Google menggunakan kecepatan sebagai salah satu faktor penentu peringkat website)

Berbagai macam layanan CDN

Layanan CDN ada yang bisa Anda pergunakan secara gratis namun ada juga yang berbayar jika Anda ingin mendapatkan kemampuan yang lebih banyak.

  • Untuk website kecil, Photon dari WordPress Jetpack, jsDelivr, dan CloudFlare merupakan pilihan yang baik karena bisa dipergunakan secara gratis.
  • Jika Anda menjalankan website berukuran sedang (sekitar 40.000 sampai 50,000 pageviews), pergunakanlah CloudFlare , MaxCDN atau Rackspace
  • Untuk website yang menyediakan layanan media streaming, seperti video, audio dan game online, lebih cocok menggunakan CDN77 yang memang dibuat untuk ini.
  • Layanan CloudFront dari Amazon bisa dipergunakan untuk website yang sangat ramai atau untuk level enterprise.

Photon sebetulnya bukan CDN, tetapi Photon menyediakan layanan caching khusus untuk gambar (hanya GIF, PNG dan JPG) melalui plugin Jetpack. Ini berarti web hosting Anda akan mengalami lebih sedikit beban kerja dan tampilan gambar yang lebih cepat untuk pengunjung website.

Hanya saja ada keterbatasan layanan ini, yaitu tidak tersedianya batas waktu caching sehingga gambar selamanya akan di-cache. Untuk itu, Anda perlu mengganti nama gambar jika ingin mengubahnya.

jsDelivr adalah CDN gratis yang mengijinkan pemilik website menyimpan file-file mereka, termasuk gambar, CSS, font, JavaScript, dan jQuery. Layanan ini didukung oleh CloudFlare dan MaxCDN.

CloudFlare menyediakan layanan dasar CDN secara gratis yang mencakup performa kecepatan website, perlindungan keamanan website dan statistik lengkap tentang pengunjung Anda. CloudFlare tidak meminta biaya untuk penggunaan bandwidth, bahkan sekalipun website Anda semakin populer ataupun saat website Anda sedang mengalami serangan.

CloudFlare memiliki lebih dari 25 data center yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan menggunakan teknologi yang disebut Anycast untuk mengarahkan pengunjung ke data center terdekat.

MaxCDN merupakan CDN populer yang dipergunakan oleh website semacam The Next Web, The Washington Times dan WP Engine. MaxCDN mempunyai jaringan server di banyak tempat, termasuk Amerika, Inggris, China Australia, dan negara-negara lainnya.

Rackspace Cloud Files menyediakan penyimpanan file dan media dengan menggunakan Akamai, salah satu CDN terbesar yang melayani perusahaan besar seperti Facebook dan Twitter. Rackspace menggunakan lebih dari 200 lokasi global untuk memastikan pengiriman file bisa dilakukan secara cepat.

CDN77 mengkhususkan diri melayani media streaming untuk software, video, audio dan juga game. CDN77 masih cukup baru namun sudah memiliki 25 data centers di 21 negara.

Amazon CloudFront adalah CDN yang memberikan akses developer dengan kapasitas sama seperti yang dipergunakan Amazon untuk menjalankan bisnis globalnya.

{ 4 comments… add one }
  • Jhon September 10, 2016, 2:49 pm

    Terima kasih banyak atas informasinya. Sangat informatif bagi saya yang sedang membangun website.

    Reply
  • Azhar MZ March 17, 2016, 9:09 pm

    Maksudnya gimana gan Google menyarankan agar website Anda memiliki waktu respon kurang dari 2 detik (2 ms), padahal di https://developers.google.com/speed/docs/insights/Server rekomendasinya di bawah 200 milisekon/milidetik, jika dikonversi ke detik maka 200 ms = 0,2 s (detik)

    Reply
  • kayzip October 8, 2015, 11:05 am

    apa metode keep alive bisa juga diterapkan untuk joomla? mohon pencerahannya?

    Reply
    • PLACESIANA October 9, 2015, 9:57 am

      Metode Keep-Alive bisa dipergunakan dengan CMS apa saja, termasuk Joomla.
      Bahkan website yang dibuat dengan HTML editor biasa juga bisa memanfaatkan metode ini … asalkan mempunyai akses ke konfigurasi web server.

      Reply

Leave a Comment

{ 4 comments }