Cara Meraih Skor Kecepatan > 90 dan Melejitkan Waktu Muat Website < 2 Detik

Optimalkan Database Wordpress


WordPress mempunyai fitur autosave pada setiap post atau page yang dibuat. Masalahnya, database MySQL di WordPress akan segera menjadi penuh dengan revisi post, trackback, pingback, komentar spam, komentar yang belum disetujui dan bahkan item-item lain yang sudah dihapus. Jika database ini tidak dioptimalkan, maka database WordPress akan menjadi besar sehingga membuat sistem WordPress menjadi lebih lamban, yang akan berakibat buruk bagi website Anda.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan secara rutin membersihkan sampah-sampah database MySQL sehingga menjadi lebih efisien karena hanya berisi dengan data-data yang diperlukan. Optimisasi database bisa meningkatkan waktu muat website.

Optimisasi database MySQL di WordPress bisa dilakukan melalui melalui phypmyadmin dan plugi WordPress.

Mengoptimalkan Database Melalui PHPMyAdmin
PHPMyAdmin bisa diakses melalui CPanel website Anda. Pilihlah nama database website Anda, kemudian tandai semua tabel dengan mengklik Check All. Di menu dropdown With Selected, pilih Optimize Tables untuk mulai mengoptimalkan semua tabel di database tersebut.

optimisasi-database-mysql-wordpress-di-phpmyadmin.jpg

Mengoptimalkan Database dengan Menggunakan Plugin WordPress
Jika Anda tidak menyukai cara optimisasi database secara manual, WordPress menyediakan cukup banyak plugin yang bisa dipergunakan untuk mengoptimalkan database, yaitu :

Catatan: Pastikan untuk membuat backup database terlebih dahulu sebelum melakukan proses optimisasi database WordPress, sekedar untuk berjaga-jaga jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

{ 4 comments… add one }
  • Jhon September 10, 2016, 2:49 pm

    Terima kasih banyak atas informasinya. Sangat informatif bagi saya yang sedang membangun website.

    Reply
  • Azhar MZ March 17, 2016, 9:09 pm

    Maksudnya gimana gan Google menyarankan agar website Anda memiliki waktu respon kurang dari 2 detik (2 ms), padahal di https://developers.google.com/speed/docs/insights/Server rekomendasinya di bawah 200 milisekon/milidetik, jika dikonversi ke detik maka 200 ms = 0,2 s (detik)

    Reply
  • kayzip October 8, 2015, 11:05 am

    apa metode keep alive bisa juga diterapkan untuk joomla? mohon pencerahannya?

    Reply
    • PLACESIANA October 9, 2015, 9:57 am

      Metode Keep-Alive bisa dipergunakan dengan CMS apa saja, termasuk Joomla.
      Bahkan website yang dibuat dengan HTML editor biasa juga bisa memanfaatkan metode ini … asalkan mempunyai akses ke konfigurasi web server.

      Reply

Leave a Comment

{ 4 comments }