Cara Meraih Skor Kecepatan > 90 dan Melejitkan Waktu Muat Website < 2 Detik

Atur Jumlah Revisi yang Disimpan

WordPress menyimpan suatu revisi dari post setiap kali Anda memperbarui post yang Anda buat. Revisi memungkinkan Anda untuk melihat kembali pada perubahan yang disimpan sebelumnya dan bahkan mengembalikannya ke versi revisi sebelumnya jika diperlukan.

Ketika Anda sudah selesai mengerjakan penulisan suatu post, WordPress masih menyimpan semua revisi yang berkaitan dengan post tersebut. Revisi-revisi ini bukan hanya mempercepat penuhnya ruang disk web hosting tetapi juga membuat database WordPress menjadi besar dan lambat.

Dengan mengatur jumlah revisi yang diperbolehkan atau bahkan menghapus semuanya setelah tidak diperlukan, Anda bisa menghemat tempat penyimpanan dan database serta sekaligus meningkatkan performa website Anda.

Jika Anda sama sekali tidak memerlukan fitur revisi post, Anda bisa menghapusnya dengan menambahkan kode berikut ke file wp-config.php melalui CPanel website Anda :

define('WP_POST_REVISIONS', false );

Plugin WordPress untuk Mengatur Revisi Post
Ada sangat banyak plugin WordPress yang bisa digunakan untuk mengatur jumlah revisi, menghapus revisi dan sekaligus mengoptimalkan database setelah menghapusnya.

  1. Revision Control
  2. WP Revisions Limit
  3. Thin Out Revisions
  4. Better Delete Revision
  5. Simple Revisions Control
  6. Revision Cleaner
  7. Optimize Database after Deleting Revisions

{ 4 comments… add one }
  • Jhon September 10, 2016, 2:49 pm

    Terima kasih banyak atas informasinya. Sangat informatif bagi saya yang sedang membangun website.

    Reply
  • Azhar MZ March 17, 2016, 9:09 pm

    Maksudnya gimana gan Google menyarankan agar website Anda memiliki waktu respon kurang dari 2 detik (2 ms), padahal di https://developers.google.com/speed/docs/insights/Server rekomendasinya di bawah 200 milisekon/milidetik, jika dikonversi ke detik maka 200 ms = 0,2 s (detik)

    Reply
  • kayzip October 8, 2015, 11:05 am

    apa metode keep alive bisa juga diterapkan untuk joomla? mohon pencerahannya?

    Reply
    • PLACESIANA October 9, 2015, 9:57 am

      Metode Keep-Alive bisa dipergunakan dengan CMS apa saja, termasuk Joomla.
      Bahkan website yang dibuat dengan HTML editor biasa juga bisa memanfaatkan metode ini … asalkan mempunyai akses ke konfigurasi web server.

      Reply

Leave a Comment

{ 4 comments }