Cara Meraih Skor Kecepatan > 90 dan Melejitkan Waktu Muat Website < 2 Detik

Gunakan Browser Caching


Ketika Anda mengunjungi suatu website, obyek di halaman tersebut (HTML, CSS, Javascript atau gambar) yang Anda kunjungi akan disimpan di harddisk Anda dalam cache browser atau dalam penyimpanan sementara. Di lain waktu, jika Anda mengunjungi website itu kembali, browser akan mengambil sebagian isi halaman tanpa harus mengirimkan permintaan HTTP ke server lagi.

Tenni Theurer dari Yahoo menjelaskan bahwa 40-60% pengunjung website datang dengan cache dalam keadaan kosong, sehingga sangatlah penting untuk membuat halaman website Anda cepat untuk kunjungan pertama ini. Tetapi Anda juga perlu mengaktifkan browser caching untuk menghemat waktu di kunjungan berikutnya.

Apa itu browser caching?

Setiap kali browser memuat suatu halaman web, browser perlu mengunduh semua file web agar halaman tersebut bisa ditampilkan secara benar. Ini berarti termasuk, file HTML, CSS, Javascript dan juga gambar.

Beberapa halaman mungkin hanya berisi sedikit file dan berukuran kecil, hanya sekian kb (kilobyte). Halaman lainnya mungkin berisi banyak file-file besar, dan bisa saja berukuran sampai beberapa mb (megabyte). Foto dengan resolusi tinggi biasanya lebih dari 1mb. Twitter.com saja berukuran lebih dari 2mb.

Browser caching bisa membantu menyimpan file-file web secara lokal di dalam harddisk. Kunjungan pertama biasanya memerlukan waktu yang paling banyak. Namun, di kunjungan berikutnya, atau saat memuat ulang (refresh/reload) pada halaman, atau bahkan ketika berpindah ke halaman yang berbeda di website Anda, mereka sudah memiliki beberapa file yang tersimpan secara lokal di dalam harddisknya. Ini berarti jumlah data yang perlu diunduh akan menjadi lebih sedikit, akibatnya halaman website Anda akan terlihat lebih cepat.

Ada banyak plugin WordPress yang bisa dipergunakan untuk mengatur Browser Caching, beberapa diantaranya adalah :

Mau Browser Caching Premium Terbaik … GRATIS ???
Silakan baca terus artikel ini sampai selesai untuk mendapatkannya !

{ 4 comments… add one }
  • Jhon September 10, 2016, 2:49 pm

    Terima kasih banyak atas informasinya. Sangat informatif bagi saya yang sedang membangun website.

    Reply
  • Azhar MZ March 17, 2016, 9:09 pm

    Maksudnya gimana gan Google menyarankan agar website Anda memiliki waktu respon kurang dari 2 detik (2 ms), padahal di https://developers.google.com/speed/docs/insights/Server rekomendasinya di bawah 200 milisekon/milidetik, jika dikonversi ke detik maka 200 ms = 0,2 s (detik)

    Reply
  • kayzip October 8, 2015, 11:05 am

    apa metode keep alive bisa juga diterapkan untuk joomla? mohon pencerahannya?

    Reply
    • PLACESIANA October 9, 2015, 9:57 am

      Metode Keep-Alive bisa dipergunakan dengan CMS apa saja, termasuk Joomla.
      Bahkan website yang dibuat dengan HTML editor biasa juga bisa memanfaatkan metode ini … asalkan mempunyai akses ke konfigurasi web server.

      Reply

Leave a Comment

{ 4 comments }