in ,

Sumber dari Segala Sumber Antioksidan Alami

antioksidan-gratis-bumi-nyeker-earthing-grounding
antioksidan-alami-tertinggi-gratis-bumi-nyeker-earthing-grounding

Mengenal Antioksidan

Antioksidan belakangan ini telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan orang yang peduli dengan kesehatan, kebugaran dan kecantikan. Antioksidan disebut-sebut mempunyai manfaat yang sangat besar dalam mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, khususnya penyakit degeneratif atau penyakit karena penuaan dini.

Para penderita penyakit yang muncul seiring dengan bertambahnya usia, seperti penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, dan lain-lainnya disarankan oleh banyak pakar kesehatan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan Antioksidan tinggi.

Dan tidak sedikit pula yang menyebut jika antioksidan bisa membuat seseorang bisa terlihat lebih awet muda, dikarenakan senyawa ini dianggap bisa memerangi efek penuaan dini.

You Are What You Eat

you are what you eat

Seperti yang Anda ketahui, kesehatan Anda tercermin dari apa yang biasa Anda makan sehari-harinya. Jika Anda biasa makan makanan yang tidak sehat, seperti makanan gorengan, junk food, makanan yang diproses dengan bahan kimia, maka kemungkinan besar tubuh Anda tidak sehat. Memang, efek negatif dari makanan tidak sehat ini tidak langsung terlihat. Namun, suatu saat Anda pasti merasakan adanya hal-hal yang tidak enak di tubuh Anda dan lebih parah lagi mungkin penyakit kronis mulai datang mengancam.

Para pakar kesehatan belakangan ini lebih banyak menyarankan kita untuk mengkonsumsi makanan dari alam yang tidak diproses secara kimiawi ataupun yang menggunakan peralatan masak modern. Diantara sekian banyak makanan alami seperti halnya buah dan sayuran, tidak semuanya mempunyai kadar antioksidan yang sama. Untuk itu, ada baiknya jika Anda mengetahui buah atau sayuran mana yang kaya akan antioksidan agar kesehatan Anda menjadi lebih optimal.

Di artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam apa itu antioksidan, manfaatnya untuk kesehatan, cara kerja antioksidan dan makanan apa saja yang kaya antioksidan serta bagaimana kita bisa mendapatkan antioksidan secara gratis setiap hari.

Apa Itu Antioksidan ?

Antioksidan terdiri dari 2 kata yaitu, kata “anti“ dan “oksidan”. Kata anti mempunyai arti melawan, menangkal, atau bertentangan sedangkan oksidan adalah hasil dari suatu proses oksidasi. Dengan memahami arti dari kata antioksidan akan membantu kita untuk mengetahui apa itu antioksidan, fungsi, cara kerja dan manfaatnya juga bagi kesehatan tubuh.

Menurut Wikipedia, antioksidan adalah suatu molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Jadi, secara sederhana antioksidan adalah penangkal radikal bebas yang membahayakan kesehatan tubuh.

Antioksidan Gratis dan Tanpa Batas 

Hampir semua pakar kesehatan menyebut buah, sayur, rempah dan beberapa jenis makanan lain sebagai sumber aktioksidan. Tapi yang menarik, tidak banyak dari para pakar ini yang menyebutkan bahwa bumi atau tanah yang kita injak ini merupakan sumber dari segala sumber antioksidan yang tersedia secara berlimpah, tanpa batas dan bahkan … GRATIS.

Dr Mercola dalam salah satu artikelnya The Ultimate Antioxidant: Fight premature aging for free menjelaskan mengapa elektron dari bumi mempunyai efek antioksidan yang dapat melindungi tubuh dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Bagaimana cara kita bisa mendapatkan antioksidan dari bumi ini secara gratis ?
Apakah dengan menggali dan menambangnya ?
Ataukah dengan memakan tanah secara langsung ?

Untung saja kita tidak perlu melakukan hal ini karena yang perlu kita lakukan hanyalah suatu hal yang sangat sederhana dan yang sebetulnya sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu oleh orang-orang jaman dulu. Itu sebabnya tidak mengherankan jika orang jaman dahulu lebih sehat, lebih kuat dan lebih panjang umur karena mereka mengetahui cara mendapatkan antioksidan secara berlimpah dari bumi.

Kehidupan modern telah mengubah pola hidup kita sehingga kita tidak bisa menikmati pemberian terbesar dari bumi untuk kesehatan kita. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang cara mendapatkan antioksidan secara gratis dan tanpa batas ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang antioksidan dan juga radikal bebas.

 

Antioksidan VS Radikal Bebas

Pernahkah Anda mendengar tentang radikal bebas? Komponen yang disebut-sebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kronis ini ternyata berada di sekitar kita setiap hari.

Radikal bebas merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan makanan dalam tubuh menjadi energi. Setiap hari, di  tubuh manusia terjadi jutaan proses yang memerlukan oksigen, hal ini terjadi secara alami setiap kita bernafas. Sayangnya, pada saat yang sama oksigen menghasilkan zat berbahaya yang disebut oksidan atau yang lebih dikenal sebagai radikal bebas.

Jika pada benda mati, proses oksidasi menimbulkan suatu karat atau kerusakan pada permukaannya, maka oksidasi yang terjadi dalam tubuh akan menghasilkan radikal bebas (oksidan) yang menyebabkan kerusakan pada sel.

Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah radikal bebas yang dihasilkan tubuh semakin banyak dan terus terkumpul selama bertahun-tahun. Radikal bebas ini bertanggung jawab atas semua tanda dan gejala yang biasanya kita kaitkan dengan penyakit penuaan (degeneratif).

Selain muncul dari proses alami, radikal bebas juga bisa terjadi di luar tubuh. Biasanya ini terjadi karena adanya paparan sinar matahari, polusi dari asap tembakau/rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor, makanan yang mengandung bahan kimia, minuman beralkohol dan juga stres yang berlebihan.

radikal-bebas-penyebab-dan-penyakit

Radikal bebas yang dihasilkan dari banyak faktor ini akan menyerang sel-sel sehat, biasanya DNA serta protein dan lemak. Rantai panjang radikal bebas yang berkesinambungan ini akan melemahkan fungsi kekebalan tubuh serta mempercepat proses penuaan, dan juga memicu munculnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung, katarak, kanker, diabetes, alzheimer, stroke dan juga penuaan dini

Antioksidan sebagai lawan dari oksidan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dengan cara mencegah serta memperlambat proses oksidasi sehingga meminimalisir timbulnya radikal bebas yang merusak tubuh. Antioksidan mengikat molekul-molekul berbahaya dari radikal bebas sehingga menurunnya kerusakan sel tubuh bisa dihindari dan membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Antioksidan didapatkan dari beberapa jenis makanan yang kita konsumsi, kemudian melewati sistem pencernaan dan menuju ke aliran darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh kita dimana antioksidan ini langsung bekerja mencegah, meperlambat dan melawan radikal bebas di dalam tubuh.

Secara alami, umumnya Antioksidan ditemukan pada makanan, terutama pada buah dan sayuran. Belakangan ini, antioksidan juga mulai banyak dikonsumsi dalam bentuk suplemen kesehatan. Namun, nantinya Anda juga akan mengetahui bagaimana cara mendapatkan antioksidan secara gratis dan berlimpah dari bumi.

Manfaat Antioksidan

Mengapa Antioksidan itu penting ?
Tanpa antioksidan, radikal bebas akan menyebabkan kerusakan begitu banyak sehingga sistem sel tubuh Anda tidak akan dapat bertahan dengan baik. Kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun ini membuat kesehatan Anda menjadi bermasalah. Di mana saja kerusakan atau masalah kesehatan apa yang akan Anda hadapi ?

Jika kerusakan ini terjadi di pembuluh darah, Anda akan mendapatkan penyakit jantung. Jika terjadi di otak, Anda akan beresiko terkena Alzheimer. Jika kerusakan ini menyerang mata, Anda akan mengalami katarak atau penyakit mata lainnya.

manfaat-antioksidan-placesiana

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, banyak manfaat yang didapat saat kita mengkonsumsi makanan yang mengandung Antioksidan bagi kesehatan. Antioksidan menurunkan risiko serangan kanker dan juga penyakit jantung. Adapun manfaat lain dari antioksidan adalah :

  1. Mencegah Penuaan Dini
    Dengan Anda mengkonsumsi makanan atau buah yang banyak mengandung Antioksidan, maka Anda akan terhindar dari  penuaan dini karena Antioksidan mampu menguragi keriput pada kulit.
  2. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    Vitamin yang terkandung dalam Antioksida seperti vitamin C akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda memiliki kekebalan tubuh yang kuat, maka akan terhindar pula dari berbagai penyakit.
  3. Mencegah Kerusakan Sel
    Antioksidan memiliki peranan penting dalam menjaga agar sel dalam tubuh agar tumbuh sehat dan tidak menyebabkan berbagai masalah dalam tubuh. Kerusakan sel dapat mematikan, mulai menjadi penyebab penyakit berbahaya hingga untuk masalah luar tubuh.
  4. Menjaga Kesehatan Mata
    Dengan Anda mengkonsumsi makanan atau buah yang banyak mengandung Antioksidan, maka Anda akan terhindar dari penyakit mata.
  5. Mencegah berbagai Penyakit
    Antioksidan bermanfaat bagi kesehatan dengan membersihkan radikal bebas pada aliran darah. Meskipun antioksidan belum terbukti untuk mengobati penyakit apapun, namun penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan juga telah bermanfaat dalam mencegah sejumlah penyekit degeneratif  dan penyakit yang berkaitan dengan usia, seperti :

    • Kanker
    • Penyakit kardiovaskular
    • Gangguan kognitif
    • Disfungsi kekebalan tubuh
    • Katarak
    • Alzheimer
    • dll
  6. Mencegah Peradangan
    Antioksidan dapat bertindak sebagai anti inflamasi. Asam alpha lipoic adalah jenis antioksidan yang memiliki sifat anti peradangan. Makanan yang kaya antioksidan berguna untuk melancarkan sirkulasi darah dan metabolisme sel.
  7. Menangkal Radikal BebasRadikal bebas membuat kerusakan pada sel-sel dalam tubuh yang menjadi salah satu faktor penyebab kanker. Kerusakan sel tidak hanya dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, melainkan juga dapat memberikan efek di kulit, wajah, dan berbagai bagian lainnya.Radikal bebas sangat berbahaya tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan sel kronis yang menjadi sumber penyakit mematikan. Ia juga merusak struktur tubuh karena mempengaruhi sel sehat dalam tubuh.

 

Bagaimana Cara Kerja Antioksidan

Cara kerja antioksidan sangat berhubungan erat dengan radikal bebas. Antioksidan pada dasarnya mengubah radikal bebas menjadi molekul yang tidak berbahaya. Antioksidan akan menetralkan radikal bebas sebelum menyentuh sesuatu di dalam sel yang akan merusaknya.

bagaimana-cara-kerja-antioksidan-placesiana

Radikal bebas dalam tubuh berupa molekul yang memiliki elektron bebas yang tidak mempunyai pasangan. Elektron yang tak berpasangan ini membuat radikal bebas sangat reaktif terhadap senyawa lain sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel di sekitarnya.

Elektron bebas yang terdapat pada molekul radikal bebas ini bisa mengambil elektron dari molekul sel tubuh yang sehat. Ini mengakibatkan molekul sel tubuh yang sehat menjadi bersifat sama seperti radikal bebas sehingga menghasilkan lebih banyak radikal bebas lagi. Radikal bebas yang sangat reaktif ini merusak bagian-bagian di dalam suatu sel.

Untuk mencegah berkembangnya radikal bebas, tubuh menghasilkan antioksidan yang akan memberikan elektron pada elektron yang tidak berpasangan di molekul radikal bebas. Ini membuat radikal bebas berhenti mengambil elektron dari sel tubuh yang sehat. Jadi antioksidan bekerja menetralisir sifat reaktif dari molekul radikal bebas.

 

Memahami Cara Kerja Antioksidan Melalui Gambar Sederhana

Untuk memahami hal ini secara lebih jelas, mari kita kembali sejenak ke pelajaran kimia di sekolah.

Semua materi di alam semesta ini terdiri dari atom. Ini contoh gambar dari sebuah atom yang imut.

Atom with electrons
Atom dengan elektron (Gambar : BetterEarthing)

Sebuah atom terdiri dari tiga bagian subatomik kecil. Bagian pusatnya adalah nukleus, yang terdiri dari neutron (dengan muatan netral) dan proton (dengan muatan positif). Berputar di sekitar nukleus adalah elektron (dengan muatan negatif).

Keseimbangan antara negatif dan positif adalah penting.

Ketika atom bergabung bersama untuk membentuk molekul, jumlah total muatan negatif (elektron) versus total muatan positif (proton), menentukan apakah molekul stabil atau tidak stabil dan reaktif.

Radikal bebas adalah contoh dari molekul yang tidak stabil atau reaktif. Radikal bebas secara keseluruhan memiliki muatan positif. Radikal bebas menjadi tidak stabil karena mereka kehilangan elektron.

Free radical missing an electron
Gambar : Radikal bebas kehilangan elektron

Radikal bebas juga bisa terjadi didalam tubuh kita.

Radikal bebas didalam tubuh timbul dari berbagai macam proses, diantaranya dari hasil oksidasi dan juga hasil dari respon sistem imun atau sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri dan virus. Tugas mereka adalah melawan virus, bakteri, dan menyingkirkan sel-sel yang rusak.

Jadi sebetulnya radikal bebas itu baik bagi tubuh … selama masih dalam jumlah yang tepat dan tidak belebihan.

Free radicals killing bacteria
Gambar : radikal bebas melindungi kita dengan melawan bakteri yang tidak diinginkan.

Ketika kita memiliki terlalu banyak radikal bebas didalam tubuh, mereka justru dapat merusak sel-sel yang sehat. Ini terjadi saat radikal bebas yang kelebihan muatan positif mengambil elektron bebas dari atom-atom yang membentuk sel-sel sehat kita.

Free radical steals an electron from a healthy cell
Gambar : Radikal bebas mencuri elektron bebas dari sel yang sehat

Jika sistem kekebalan tubuh kita berfungsi dengan baik, tubuh kita dengan sendirinya akan memproduksi cukup antioksidan untuk menjaga jumlah radikal bebas tetap seimbang dan mengkarantina mereka ke area tertentu di mana mereka dibutuhkan.

Sayangnya seiring bertambahnya usia, lebih banyak radikal bebas terakumulasi dalam tubuh kita. Ini membuat kita lebih rentan terhadap penyakit ketika kita berada di usia 60-an sampai 80-an. Sistem kekebalan tubuh kita mulai kewalahan melawan radikal bebas berlebih yang dapat merusak sel-sel kekebalan, mengganggu komunikasi antara sel-sel kekebalan, dan akhirnya menyebalkan timbulnya kerusakan sel tubuh yang berujung pada penyakit.

Lalu … apa solusinya ? Antioksidan.
Antioksidan memiliki banyak muatan negatif dari atom elektron. Dengan memberikan elektron bebas pada radikal bebas, antioksidan akan mencegah radikal bebas mengambil elektron dari sel tubuh.

Antioxidant donates an electron to a free radical
Gambar : Antioksidan menetralisir radikal bebas dengan memberikan elektron 

Inilah cara kerja dari antioksidan dalam menangkal radikal bebas.

Tubuh kita juga menghasilkan antioksidan sendiri. Beberapa sumber makanan yang biasa kita makan juga mengandung antioksidan.

Lebih dari itu … bumi juga menyediakan antioksidan secara berlimpah yang bisa kita ambil setiap hari secara GRATIS dan TANPA BATAS.

 

Jenis Antioksidan

Ilmu antioksidan bisa sangat kompleks, ada beberapa penggolongan antioksidan, seperti penggolongan berdasarkan kelarutan, berdasarkan sifat enzim, berdasarkan ukuran molekul, berdasarkan sumber pembuatan dan beberapa macam penggolongan lainnya.

1. Antioksidan Berdasarkan Kelarutannya

Jika diklasifikasikan menurut kelarutannya, antioksidan dapat dikategorikan sebagai larut dalam lipid/lemak (hidrofobik) atau larut air (hidrofilik).

Kedua jenis antioksidan ini diperlukan oleh tubuh untuk melindungi sel-sel Anda. Bagian dalam sel-sel Anda tersusun dari air, sedangkan selaput sel itu sendiri sebagian besar terbuat dari lemak.

Radikal bebas bisa menyerang baik sel berair ataupun membran sel lemak. Jadi Anda memerlukan kedua jenis antioksidan ini untuk memastikan perlindungan penuh dari kerusakan oksidatif.

  • Antioksidan larut lipid melindungi membran sel Anda dari peroksidasi lipid. Mereka sebagian besar berada di membran sel Anda. Beberapa contoh antioksidan yang larut dalam lemak adalah vitamin A dan E, karotenoid, dan asam lipoic.
  • Antioksidan yang larut air ditemukan dalam cairan berair, seperti darah Anda dan cairan di dalam dan di sekitar sel-sel Anda (sitosol atau matriks sitoplasmik). Beberapa contoh antioksidan yang larut dalam air adalah vitamin C, polifenol, dan glutathione.

2. Antioksidan Berdasarkan Sifat Enzimnya

Namun, kelarutan bukan satu-satunya cara untuk mengkategorikan antioksidan. Antioksidan juga dapat dikategorikan sebagai antioksidan enzimatik dan non-enzimatik.

  • Antioksidan enzimatik
    Antioksidan enzimatik menguntungkan Anda dengan memecah dan menghilangkan radikal bebas. Mereka dapat mengeluarkan produk-produk oksidatif yang berbahaya dengan mengubahnya menjadi hidrogen peroksida, kemudian ke dalam air.Ini dilakukan melalui proses multi-langkah yang membutuhkan sejumlah kofaktor jejak logam, seperti seng, tembaga, mangan, dan besi. Antioksidan enzimatik tidak dapat ditemukan dalam suplemen, tetapi diproduksi di tubuh Anda.Antioksidan enzimatik utama dalam tubuh Anda adalah:

    • Superoxide dismutase (SOD) dapat memecah superoksida menjadi hidrogen peroksida dan oksigen, dengan bantuan tembaga, seng, mangan, dan besi. Ini ditemukan di hampir semua sel aerobik dan cairan ekstraseluler.
    • Katalase (CAT) bekerja dengan mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen, menggunakan kofaktor besi dan mangan. Ini menyelesaikan proses detoksifikasi yang dimulai oleh SOD.
    • Glutathione peroxidase (GSHpx) dan reduktase glutathione adalah enzim yang mengandung selenium yang membantu memecah hidrogen peroksida dan peroksida organik menjadi alkohol. Mereka paling melimpah di hati Anda.
  • Antioksidan non-enzimatik
    Antioksidan non-enzimatik menguntungkan Anda dengan mengganggu reaksi berantai dari radikal bebas. Beberapa contoh jenis antioksidan ini adalah karotenoid, vitamin C, vitamin E, polifenol, dan glutathione (GSH).Sebagian besar antioksidan yang ditemukan dalam suplemen dan makanan adalah non-enzimatik, dan mereka memberikan dukungan untuk antioksidan enzimatik dengan melakukan “sapuan pertama” dan melucuti radikal bebas. Ini membantu mencegah antioksidan enzimatik Anda menjadi habis.

3. Antioksidan Berdasarkan Ukuran Molekul

Antioksidan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran molekulnya:

  • Antioksidan molekul-kecil bekerja dengan membersihkan atau “memulung” spesies oksigen reaktif dan membawanya pergi melalui netralisasi kimia. Pemain utama dalam kategori ini adalah vitamin C dan E, glutathione, asam lipoic, karotenoid, dan CoQ10.
  • Antioksidan molekul-besar cenderung menjadi enzim enzimatik yang diuraikan di atas, serta “protein pengorbanan,” yang menyerap ROS dan menghentikannya dari menyerang protein penting Anda. Salah satu contoh dari protein pengorbanan ini adalah albumin, yang “mengambil peluru” untuk enzim dan DNA yang sangat penting.

4. Antioksidan Berdasarkan Sumbernya

Antioksidan dibagi dalam dua kelompok berdasarkan sumbernya, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami).

  • Antioksidan sintetik
    Ada beberapa antioksidan sintetik yang umum digunakan di seluruh dunia, yaitu butylatedhydroxytoluene (BHT), butylatedhydroxyanysole(BHA), propilgalat, tert-butyl hydroxyquinon (TBHQ), propylgallate (PG), nordihidroquairetic acid (NDGA) dan α- tokoferol. Butylatedhydroxytoluene dan butylatedhydroxyanysole merupakan antioksidan sintetik yang paling banyak digunakan, namun antioksidan tersebut bersifat karsinogen terhadap sistem reproduksi, dapat menyebabkan pembengkakan organ hati, mempengaruhi aktifitas enzim dalam hati dan metabolisme bahkan dalam jangka waktu lama tidak terjamin keamanannya (Hernani dan Rahardjo 2005).
  • Antioksidan alami
    Antioksidan alami dalam makanan dapat berasal dari senyawa antioksidan yang telah ada dari satu atau dua komponen makanan, senyawa antioksidan yang terbentuk dari reaksi-reaksi selama proses pengolahan dan senyawa antioksidan alami yang diisolasi dari sumber alami dan ditambahkan ke dalam makanan sebagai tambahan pangan.Senyawa-senyawa yang umumnya terkandung dalam antioksidan alami adalah fenol, polifenol, dan yang paling umum adalah flavonoid (flavonol, isoflavon, flavon, katekin, flavonon), turunan asam sinamat, tokoferol, dan asam organik polifungsi. Saat ini antioksidan tokoferol sudah diproduksi secara sintetik untuk tujuan komersil (Pratt dan Hudson 1990).

5. Antioksidan Berdasarkan Fungsi & Mekanismenya

Antioksidan dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan fungsi dan mekanismenya, yaitu antioksidan primer, antioksidan sekunder, dan antioksidan tersier.

  • Antioksidan primer (antioksidan pemecah rantai), yaitu antioksidan yang dapat bereaksi dengan radikal lipid lalu mengubahnya ke bentuk yang stabil. Antioksidan dapat dikatakan sebagai antioksidan primer jika dapat mendonorkan atom hidrogennya secara cepat ke radikal lipida (RO*) dan turunan antioksidan disebut (A*) lebih stabil dibanding antioksidan lipid, atau mengubahnya ke bentuk yang lebih stabil. Antioksidan primer yang sangat terkenal adalah enzim superoksida dismutase (SOD) dan glutation peroksidase (GPx). Enzim ini dapat melindungi hancurnya sel-sel dalam tubuh akibat serangan radikal bebas.
  • Antioksidan sekunder (antioksidan pencegah) didefinisikan sebagai suatu senyawa yang dapat memperlambat laju reaksi autooksidasi lipid. Antioksidan ini bekerja dengan berbagai mekanisme, seperti mengikat ion metal, menangkap oksigen, memecah hidroperoksida ke bentuk-bentuk non radikal, menyerap radiasi UV atau mendeaktifkan singlet oksigen.
    Contoh yang populer dari antioksidan sekunder ini adalah vitamin E, vitamin C, dan betakaroten.
  • Antioksidan tersier merupakan senyawa yang memperbaiki sel-sel dan jaringan yang rusak karena serangan radikal bebas. Biasanya yang termasuk golongan ini adalah enzim metionin sulfoksidan reduktase yang dapat memperbaiki DNA dalam inti sel. Enzim tersebut bermanfaat untuk perbaikan DNA pada penderita kanker (Kumalaningsih 2006).

 

Sumber Makanan Kaya Antioksidan

sumber makanan kaya antioksidan

Antioksidan berasal dari banyak sumber. Sebagian diproduksi secara alami dalam tubuh dan sebagian lagi ada dalam makanan yang kita makan.  Belakangan ini juga banyak muncul suplemen yang mengklaim mengandung suatu antioksidan tertentu.

Ada cukup banyak makanan alami yang kaya akan antioksidan, biasanya ditemukan dalam buah dan sayuran. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bayam, ketela pohon, tomat, apricot, asparagus, bit, brokoli, labu, wortel, jagung, kale, mangga, persik, anggur merah mengandung Beta-carotene dan carotenoid.
  • Paprika (merah, kuning atau hijau), strawberry, tomat, buah berry, brokoli, labu, kembang kol, grapefruit, melon, kale, jeruk, pepaya mengandung Vitamin C.
  • Brokoli, wortel, paprika merah, bayam, lobak hijau, kacang, biji bunga matahari mengandung Vitamin E.
  • Tiram, daging merah, daging unggas, buncis, kacang, makanan laut, gandum, sereal, produk susu mengandung Zinc atau seng.
  • Kacang Brazil, tuna, daging iga, daging ayam, dan produk gandum mengandung Selenium.

10 Makanan Indonesia dengan Nilai Antioksidan Tertinggi

Berapa banyak berita yang pernah Anda baca tentang teh hijau, anggur merah, manggis, sirsak atau berbagai jenis buah, sayuran dan makanan lainnya yang diklaim mengandung antioksidan tinggi ?

Penelitian tentang antioksidan sebetulnya cukup membingungkan. Selalu ada temuan baru yang diterbitkan setiap hari dan tampaknya bertentangan satu sama lain. Media juga terus-menerus mengulas berbagai jenis makanan baru yang berkhasiat melawan penyakit.

Namun tahukah Anda bahwa apa yang Anda baca, dengar dan ketahui selama ini tentang buah atau sayur sumber antioksidan – terutama yang sumbernya dari iklan komersil – infonya kurang akurat dan bahkan terkesan berlebihan.

Sumber antioksidan tinggi ternyata bukan ada pada buah ataupun sayuran, tetapi justru terdapat pada rempah atau bumbu yang biasa ada di dapur Anda. Tidak mengherankan jika pada jaman kolonial, rempah-rempah Indonesia menjadi rebutan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) dan U.S. Department of Agriculture (USDA), inilah daftar sumber makanan Indonesia yang mempunyai nilai antioksidan tertinggi :

Antioksidan-tertinggi-indonesia

  1. Cengkeh – 290.283
  2. Kayu Manis – 131.420
  3. Kunyit/Kunir – 127.068
  4. Akar Manis – 102.945
  5. Pegagan / Gotu Kola – 69.978
  6. Pala – 69.640
  7. Daun Teh Kering – 62.714
  8. Daun Selasih Kering – 61.063
  9. Bubuk Kokoa (Natural) – 55.653
  10. Delima (bagian kuning) – 55.520
  11. Jinten – 50.372
  12. Jahe – 39.041
  13. Lada Hitam – 34.053

Nilai ini ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan antioksidan yang ada di dalam kebanyakan buah-buahan ataupun sayur-sayuran, seperti :

  1. Semangka – 142
  2. Rambutan – 160
  3. Timun – 232
  4. Pepaya – 300
  5. Buah Naga Putih – 300
  6. Tomat – 387
  7. Nanas – 562
  8. Wortel  – 697
  9. Buah Naga Merah – 760
  10. Jagung Manis – 728
  11. Pisang – 795
  12. Mengkudu – 800
  13. Bawang Putih – 863
  14. Kentang – 902
  15. Sirsak – 1451
  16. Bayam – 1513
  17. Alpukat – 1922
  18. Jeruk – 2103
  19. Manggis – 2510
  20. Apel – 3039

 

100 ANTIOKSIDAN SUPER

Penasaran ingin mengetahui secara lebih lengkap daftar buah, sayur atau rempah yang mempunyai nilai antioksidan paling tinggi ? Dapatkan info lengkapnya di bawah ini.

[thrive_leads id=’6513′]

 

Sumber dari Segala Sumber Antioksidan Alami

Antioksidan – kita semua sudah mengetahui pentingnya untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan tubuh kita.

Kita sekarang juga sudah tahu bahwa antioksidan bisa didapatkan bukan hanya dari buah dan sayuran (berry, brokoli, dll) ataupun suplemen buatan/sintetis lainnya. Dan sekarang kita juga mengetahui bahwa antioksidan tinggi ternyata sehari-hari bisa kita temukan dengan mudah di dapur kita.

Namun … masih sangat sedikit orang yang mengetahui bahwa sumber antioksidan terbesar sebetulnya ada di bawah kaki kita – bumi … tepatnya di tanah yang setiap hari kita injak.

Bagian ini akan menjelaskan secara sederhana bagaimana antioksidan bisa kita dapatkan dari bumi secara berlimpah-ruah, tanpa batas dan bahkan gratis.

antioksidan-gratis-dari-bumi

 

Antioksidan Gratis dan Berlimpah

Alam semesta memiliki sumber energi yang luar biasa. Selain matahari yang sudah umum dikenal sebagai sumber energi, ternyata bumi atau tanah juga menghasilkan energi.

Jika matahari menghasilkan energi dalam bentuk sinar atau cahaya yang bisa dilihat dan dirasakan, berbeda halnya dengan energi  dari bumi. Bumi menghasilkan energi dalam bentuk elektron yang tidak bisa kita lihat dan rasakan secara langsung.

Sambaran petir dan juga tekanan atmosfer memberi bumi muatan negatif konstan dan pasokan elektron bebas yang berlimpah. Elektron bebas ini merupakan antioksidan alami yang dapat menetralisir radikal bebas di dalam tubuh manusia.

Ketika tubuh kita bersentuhan dengan bumi, elektron-elektron bebas ini memasuki tubuh kita dan bertindak seperti antioksidan dengan cara memberikan elektron bebas pada radikal bebas yang ada di tubuh kita. Elektron bebas ini akan menetralisir radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh kita dan memperlambat proses peradangan secara lebih cepat.

Lalu bagaimana cara kita untuk mengambil energi dari bumi atau tanah yang setiap hari kita injak ini ?

 

Cara Mendapatkan Antioksidan Gratis dan Tanpa Batas

Anda mungkin – tanpa pernah menyadarinya – merasakan manfaat kesehatan saat kaki Anda bersentuhan langsung dengan tanah. Pikirkan sewaktu terakhir kali Anda melepas sandal atau sepatu Anda dan berjalan tanpa alas kaki di rumput yang lembut atau di pantai berpasir yang basah. Dapatkah Anda mengingat betapa enak rasanya – bagaimana itu membuat Anda merasa lebih hidup, segar, dan santai?

Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa berjalan tanpa alas kaki di alam memiliki efek ini?

Studi terbaru yang dilakukan oleh para ahli di bidang geofisika, biofisika, teknik elektro, elektrofisiologi, dan kedokteran telah menemukan penjelasan ilmiah untuk fenomena ini. Sistem kekebalan tubuh Anda berfungsi optimal ketika tubuh Anda memiliki persediaan elektron yang cukup, yang mudah diperoleh secara alami dengan bertelanjang kaki diatas tanah.

Ketika Anda melakukan kontak langsung dengan Bumi, ada aliran elektron bebas dari tanah ke dalam tubuh Anda yang membanjiri dengan energi penyembuhan – energi yang menghapus segala jenis peradangan, di mana saja di dalam tubuh Anda. Fenomena ini diberi nama “Earthing” oleh penemunya, Clint Ober.

Berjalan tanpa alas kaki (dalam bahasa Jawa disebut nyeker, dalam bahasa Inggris selain dikenal sebagai earthing juga biasa disebut sebagai grounding) adalah kegiatan kontak langsung manusia dengan bumi tanpa penghalang apapun. Tujuannya adalah untuk menyerap energi yang dihasilkan Bumi dalam bentuk elektron negatif. Tubuh yang sifatnya konduktor (penghantar listrik) akan menyerap elektron bebas yang dihasilkan oleh Bumi.

Nyeker atau berjalan tanpa alas kaki bukan satu-satunya cara untuk menyerap energi bumi. Ketika Anda bersentuhan langsung dengan tanah, baik waktu berjalan, duduk, ataupun berbaring di permukaan bumi, elektron bumi akan mengalir ke tubuh Anda.

Dalam studinya, dr. Stephen Sinatra menemukan bahwa bersentuhan dengan bumi menyebabkan sel darah merah saling tolak, penggumpalan sel darah berkurang, mengencerkan darah, dan memperbaiki aliran darah, yang akhirnya mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

dr. Stephen Sinatra
Pendiri Heart MD Institute
Ahli jantung, psikoterapis, spesialis nutrisi dan penuaan

Bumi adalah planet listrik dan tubuh kita adalah makhluk bioelektrik.
Ketika kita secara fisik berhubungan dengan bumi,
kita menyerap elektron (muatan negatif) dari permukaan bumi yang membantu menetralisir radikal bebas yang bermuatan positif dalam tubuh kita dan yang merusak sel-sel kita.

Selama hampir empat puluh tahun sebagai ahli jantung, earthing adalah penemuan kesehatan terbesar dalam karir saya. Ini adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dan lebih alami daripada apa pun yang pernah saya bayangkan.

Untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang konsep ini, Anda bisa membaca buku Earthing karya Clinton Ober, dr. Stephen Sinatra dan Martin Zucker

 

Penghalang Utama Mengapa Anda Tidak Pernah Bisa Mendapatkan Antioksidan Gratis

Nenek moyang kita berjalan tanpa alas kaki atau hanya mengenakan alas kulit binatang yang mampu menyerap elektron dari bumi. Mereka tidur di bumi, makan di sekitar api unggun, dan hidup terus dalam kontak dengan bumi.

Namun di zaman modern ini kita telah terputus dari bumi. Hari-hari ini kita hidup dan bekerja di gedung bertingkat tinggi dan memakai sepatu bersol karet yang memisahkan kita dari elektron bebas bumi. Bukan hanya itu, material seperti aspal, kayu, ubin, beton, karpet, dan plastik telah memisahkan kita dari kontak langsung dengan bumi.

Secara tradisional, sepatu yang dibuat dari kulit mempunyai kemampuan mempertahankan kontak konduktif antara Bumi dan kaki Anda. Namun sepatu dan sandal modern, terbuat dari karet dan plastik yang merupakan isolator listrik sehingga menghalangi aliran menguntungkan elektron dari Bumi ke tubuh Anda.

Sepatu dan sandal modern ini menjadi penghalang utama sehingga kita tidak bisa terhubung langsung dengan bumi. Hal ini menjadikan kita kehilangan pasokan sumber antioksidan alami  dan gratis yang mudah diserap oleh tubuh kita.

Selama bertahun-tahun, bahkan sejak lahir kita sudah diperkenalkan pada sandal/sepatu karet. Tidak mengherankan jika tubuh kita menjadi lebih rentan dan mudah terserang penyakit. Kita tidak mempunyai akses lagi pada pelindung alami yang tersedia secara gratis dan tanpa batas dari bumi.

Untuk itu, dari sekarang mulailah berjalan tanpa alas kaki agar Anda bisa mendapatkan energi penuh dari bumi. Berjalanlah selama 30 menit di atas rumput hijau, pasir pantai yang basah, atau tanah berbatu.

Perhatikan bagaimana perasaan tubuh Anda sebelum dan sesudah melakukan ini. Tentu saja Anda tidak bisa merasakan efeknya secara langsung. Seperti halnya olah raga, Anda perlu melakukannya secara terus menerus untuk melihat hasilnya secara maksimal.

Namun, nantinya Anda akan menemukan bahwa rasa sakit peradangan Anda berkurang atau Anda merasa lebih berenergi karena elektron bebas yang berfungsi sebagai antioksidan alami ini memperbaiki tubuh Anda.

 

Suplemen Antioksidan : Apakah Perlu ?

Belakangan ini banyak bermunculan suplemen antioksidan yang menawarkan berbagai kelebihan masing-masing. Ada yang menawarkan kandungan antioksidan jenis Beta-karoten, Gluthatione, Resveratrol, Astaxanthin, Selenium, Omega-3, Anthocyanin, Polifenol, dan lain-lainnya.

Dari hargapun sangat bervariasi, mulai dari harga yang cukup terjangkau kantong sampai yang harganya selangit. Ada yang diproduksi di dalam negeri dan ada juga yang masih harus diimpor dari luar negeri.

Jika sumber Antioksidan sudah tersedia banyak dalam bentuk buah, sayur dan juga rempah, apakah kita masih memerlukan antioksidan dalam bentuk suplemen ? Dan lebih dari itu, sekarang Anda juga mendapatkan akses langsung pada sumber dari segala sumber antioksidan, yaitu bumi atau tanah yang sehari-hari kita injak.

Bagaimana menurut Anda … ?
Ditunggu komentarnya di bawah ini ya…

 

Written by PLACESIANA

Suka dengan konten PLACESIANA.com ?
Masukkan Nama dan Email Anda di formulir samping ini untuk mendapatkan info dan update terkini.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

Powered by Facebook Comments

belajar 100 cara mendapatkan bitcoin tahun 2018

100+ Cara Mendapatkan Bitcoin di Tahun 2018

What Doctors Don't Tell You - 10 Minutes To Stronger Bones

Terapi Osteoporosis : Latihan 10 Menit Untuk Memperlambat Proses Penuaan Tulang